Healthy Tips Migrain dan Hormon

Migrain dan Hormon

725
0
SHARE
Migrain dan Hormon
Kita ketahui bahwa kaum wanita lebih banyak menderita migrain daripada kaum pria. Penyebabnya adalah hormon estrogen yang berada dalam tubuh wanita

Unhealthyunhappy.com – Kita ketahui bahwa kaum wanita lebih banyak menderita migrain daripada kaum pria. Penyebabnya adalah hormon estrogen yang berada dalam tubuh wanita. Maka dari itu migrain dan hormon sangat berkaitan erat khususnya untuk para wanita. Dan hubungan dari keduanya dapat dijelaskan di bawah ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Siklus Menstruasi

Hasil gambar untuk gambar menstruasi

Kita amati bahwa periode menstruasi sangat berkaitan dengan migrain. Para kaum wanita dapat memprediksi saat saat migrain akan hadir pada setiap bulannya terkait dengan siklus menstruasinya. Wanita lebih cenderung mengalami serangan pada saat dua hari menjelang atau dua hari setelah periode dimulai. Migrain yang berkaitan dengan siklus ini berlangsung lebih lama, dengan serangan yang lebih berat dan lebih sulit merespons tindakan dibandingkan dengan migrain lainnya. Hal ini dapat terjadi karena menurunnya level hormon estrogen yang terjadi pada masa ini dalam siklus wanita merupakan pencetus dan sebagian wanita memiliki sensitivas terhadap fluktuasi ini. Bahkan migrain pada selama periode menstruasi terasa lebih berat dan terkait rasa mual dan muntah dibandingkan dengan serangan migrain pada waktu lainnya. Yang lebih terasa berat adalah pada waktu serangan migrain pada dua hari menjelang hari pertama dapat terjadi dua kali dan terasa dua kali lipat lebih menyakitkan. Serangan dapat terjadi lebih banyak lagi pada tiga hari pertama periode dan kadar rasa nyerinya pun lebih dari tiga kali lipat. Migrain pada masa ini juga terasa lima kali lipat lebih mual hingga membuat muntah. Serangan migrain lebih bersifat fluktuasi hormonal. Membuat catatan harian akan membantu memudahkan anda melihat pola dan keterkaitan antara migrain dan siklus menstruasi anda.

  1. Pil

Hasil gambar untuk gambar pil kontrasepsi

Para kaum wanita menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi oral membuat migrain yang mereka derita menjadi lebih berat, meski sebagian justru menemukan perbaikan pada gejala yang mereka alami. Penggunaan pil kontrasepsi merupakan pilihan yang menguntungkan ketika pil tersebut bekerja sebagai penjaga kestabilan level hormon dan mengantisipasi penurunan estrogen secara drastis yang tampaknya menjadi pemicu migrain bagi kaum wanita. Wanita yang menderita migrain tidak dianjurkan mengkonsumsi kontrasepsi pil karena diduga dapat memicu meningkatkan penyakit stroke. Berkonsultasi dengan dokter anda merupakan langkah yang terbaik agar memberikan solusi kontrasepsi alternatif yang sesuai dengan tubuh anda.

  1. Kehamilan

Hasil gambar untuk gambar kehamilan

Pada masa kehamilan juga dapat menjadi periode yang menyebabkan gejala migrain terasa lebih berat. Pada masa periode ini terjadi serangan migrain mengalami peningkatan pada saat trimester pertama kehamilan. Selain itu ada juga beberapa wanita yang mengalami serangan migrain setelah melahirkan. Serangan migrain ini dapat terjadi karena beberapa ada pemicu yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari hari disaat pasca persalinan seperti kurang tidur, makan tidak teratur, dan stress. Pengobatan migrain dapat dilakukan pada masa kehamilan sangatlah terbatas, sehingga sangat penting bagi anda untuk benar benar menjaga kesehatan dan menghindari pemicu migrain anda. Daripada mengkonsumsi suplemen, lebih baik anda menjaga diet seimbang yang kaya akan asupan vitamin B2 dan magnesium. Paracetamol merupakan bentuk analgesik yang cukup aman selama kehamilan, jika anda benar benar membutuhkannya. Bila anda mengalami frekuensi serangan yang sekiranya membutuhkan tindakan preventif, kunjungi dokter anda, agar mereka dapat meresepkan obat yang telah dinyatakan aman digunakan selama kehamilan.

  1. Menopause

Hasil gambar untuk gambar menopause

Hampir separuh  dari penderita migrain wanita menemukan gejala yang mereka rasakan lebih parah ketika memasuki masa pra menopause, masa masa jelang terjadinya menopause. Hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan produksi estrogen oleh ovarium. Faktor lain yang mungkin turut berperan adalah perubahan pola tidur yang sering kali menyertai masa menopause sebagai hasil dari keluarnya keringat di malam hari.

  1. HRT (Hormone Replacement Therapy)

Hasil gambar untuk gambar Hormone Replacement Therapy

Belum ada bukti bahwa HRT atau terapi hormon meningkatkan resiko stroke pada wanita yang menderita migrain, namun sebagian wanita merasakan bahwa HRT membuat kondisi migrain mereka memburuk. Sebagaimana halnya efek pil kontrasepsi, ada juga merasakan peningkatan gejala migrain saat menjalani terapi hormon. Umumnya dianjurkan menjalani terapi hormon jika gejala menopause yang anda alami teratasi dengan terapi yang dijalankan dan tidak ada kontraindikasi lain yang ditemukan. Namun perlu dipertimbangkan untuk menghentikannya bilamana migrain anda mengalami peningkatan baik dalam hal frekuensi maupun intensitas. Jika dokter anda mendiagnosismbahwa migrain anda terjdi akibat rendahnya level estrogen, mereka akan menurunkan dosis dalam terapi dalam bentuk  patch atau plester, untuk menciptakan kestabilan level hormon. Bila migrain anda dipicu oleh penurunan level estrogen dokter. Anda bisa menganjurkan anda menjalankan HRT kombinasi kontinu dan bukan HRT kombinasi siklik (HRT dalam bentuk patch), agar level estrogen anda menjadi lebih konstan. Jika migrain anda terkait dengan progesteron yang anda gunakan, dokter anda dapat menganjurkan perubahan tipe progesteron yang anda gunakan atau menggantinya dengan dengan HRT dalam bentuk patch. Adalah penting untuk mencatat bahwa HRT kombinasi kontinu hanya cocok untuk wanita yang tidak pernah mengalami sebuah periode selama 12 Bulan atau lebih, karena kombinasi ini menurunkan risiko pendarahan tidak teratur saat awal penggunaan HRT.

Cara yang paling efektif untuk mendeteksi apakah migrain anda merupakan gejala hormonal atau bukan adalah dengan cara anda membuat catatan harian secara kontinu untuk kurun waktu setidaknya tiga siklus menstruasi. Beri tanda cek pada hari hari periodik anda dan tanda silang pada masing masing hari munculnya serangan migrain. Bila didapat tanda silang pada sekitar hari-hari bertanda cek, terutama antara dua hari sebelum atau sesudah, maka kemungkinan besar anda menderita migrain menstrual. Anda dapat menunjukkan catatan tersebut saat anda berkonsultasi dengan dokter, untuk membantu dokter mendiagnosis anda. Bila anda mengalami migrain menstrual ini cobalah anda mempersiapkan diri untuk melakukan pengobatan yang tepat dan mencoba untuk menghindari pemicu lain seperti kurang makan, kurang tidur dan stress. Selain itu juga serangan migrain menstrual ini dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak magnesium, susu dan ikan. Jika anda tidak menyukai dengan susu dan ikan maka anda dapat menggantinya dengan makanan lain yang mengandung kalsium dan vitamin D.

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai migrain dan hormon yang menjadi pokok bahasan dalam artikel ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Dan terimakasih sudah berkunjung ke unhealthyunhappy.com.

 

LEAVE A REPLY